Selasa, 22 September 2015



Peri Trins
                           Part 1
By:Putri Kusumawati
        Ada sebuah negeri diatas bumi yang berada diawan yaitu negeri Jemsr, negeri itu dihuni oleh para peri-peri yang cantik dan baik hati yang dipimpin oleh seorang ratu yang sangat bijaksana yaitu Ratu Yatrs. Selain negeri Jemsr juga terdapat sebuah negeri yang dihuni oleh para penyihir dan peri jahat negeri itu biasa disebut Lefre,yang dipimpin oleh seorang raja yang sangat kejam Raja Rekst, yang sebenarnya adalah kakak dari Ratu Yatrs namun didalam diri sang Raja terdapat kedengkian dan kejahatan sehingga kekuasaan Jemrs diberikan kepada ratu Yatrs dan raja Rekst mengasingkan diri dan membentuk sebuah negeri sendiri. Negeri Jemsr sangat tentram dan selalu ada kegembiraaan didalamnya,raja Rekst  ingin menghancur negeri itu namun selalu saja gagal,hingga suatu saat raja Rekst mempunyai taktik licik dengan meracuni para peri lalu menyerang kerajaan itu.Sang Ratu sangat khawatir dengan keadaan itu hingga dia memutuskan untuk mencari manusia dibumi dan para peri yang tersisa bersembunyi dibumi, ada 4 anak manusia yang seusia 14-15 tahun yang beruntung terpilih menjadi peri kecil, seorang peri kecil hanya dapat mengunakan kesaktian yang maksimal jika dia mengunakan gaun pemberian sang ratu,namun jika tidak dia hanya akan menjadi peri kecil atau menjadi peri seperti manusia biasa namun dengan kekuatan yang terbatas,ada seorang gadis yang memiliki kesaktian yang terpendam didalam dirinya ,dia adalah seorang gadis yang memiliki sinar biru dimatanya.
        Salah satunya adalah aku ,namaku adalah Dewi Cahya Putri .Aku masih duduk dibangku kelas IX SMP aku dari keluarga yang sederhana dan pangilan periku adalah peri Trins.Selain aku juga ada teman-temanku yang menjadi peri yaitu, Maya :Klim, Jesi:Hins,Rara:frams. Setiap hari setelah pulang sekolah aku selalu melatih sihirku  dan para peri tinggal dirumahku yang sangat sederhana itu. Disekolah aku dekat dengan temanku yang bernama Doni dulunya kelas 8 kami sekelas namun kelas 9 ini kelas kami sebelahan ,rumahnya juga hanya sebelahan dengan desaku.Aku berpikir bahwa lebih baik aku hanya menjadi fansnya karena jika aku harus berjuang untuk mendapatkan nya serasanya tidak mungkin karena terlalu banyak orang yang mengaguminya dan mereka jauh lebih sempurna dibanding aku.
        Suatu hari raja Rekst mengetahui persembunyian para peri dan dia ingin menghancurkan bumi dan menjadi penguasa alam semesta, hari ini dia mulai menyerang rumahku namun kekuatan sang ratu masih dapat minghimbaunya sehingga tidak terlalu banyak kerusakan yang terjadi,kali ini pertama kali aku ikut bertempur ternyata sanagat melelahkan ,para peri banyak yang bilang bahwa kekuatanku masih sangat dasar dibandingakan 3 peri baru yang lain bahkan mereka sering sekali meremehkanku dan aku pun pergi kerumah Rara disana aku menangis dan aku meningalkan satu gaun ku disana karena kotor kebetulan gaunku berwarna kuning sedangkan Rara berwarna hijau. Setelah pulang aku pergi menemui sang ratu dan aku berkata bahwa kau tak sangup menjadi peri lagi jika harus terus-terusan diremehkan seperti ini, aku memangil sang ratu dengan sebutan Ibu Peri.
        “Ibu peri aku tak sangup menerima tugas ini jika harus terus menerus diremehkan”
        “Tidak ,aku tau bahwa kekuatan yang ada kekuatan besar yang terpendam didalam dirimu Trins”
“Tidak mungkin ibu peri ,kekuatan apa itu??? Aku hanya gadis biasa dan aku hanya sebagai ustadzah di sebuah TPA kecil didesa ini,aku hanya gadis bodoh yang selalu bermimpi yang tak akan menjadi kenyataan”
        “jangan begitu  kau menilai dirimu”
        “buktinya aku selalu saja menjadi yang terlemah diantara yang lain”
        “sudahlah ,sekarang kau hanya perlu banyak berlatih, aku melihat ada sinar biru dimatamu yang artinya hanya kamu yang dapat menghancurkan sang raja kejam itu”
“benarkah itu ibu peri???”
        “iya Trins, sekarang kmau pergi duluaku mau menyempurnakan kekuatanku”
        “baik “
        Hari demi hari mulai berganti dan sang ratu terkena penyakit yang membuat dirinya lemah hingga dia harus bersemedi selama 2 bulan ,ia bersemedi diruangan rahasia didalam rumahku.Beberapa waktu kemudian sang raja yang licik itu mengetahui berita tersebuat dan memiliki rencana  untuk menyerang bumi kembali.Sore itu disaat para peri sedang bersantai Raja licik itu menyerang , tongkat sihirku jatu dan gaunku pun rusak sehingga aku menjadi peri kecil yang tidak berdaya.Aku terbang kerumah Rara dan aku ingat bahwa gaunku tertinggal disana ,banyak para peri yang menjadi beku dan saat aku sampai disana beberapa waktu kemudian Doni ,Johan dan beberapa teman satu sekolah denganku datang kerumah Rara dan mereka bertanya apakah aku ada disitu atau tidak dan Siska yang kebetulan ada disana  menjawab bahwa aku tidak ada.
Kemudian mereka duduk di taman samping rumah mereka tidak lama Peri Remb yang sebenarnya juga teman SMP ku mencariku dan dia sudah terkena mantra jahat

sehingga dia adalah peri jahat, karena aku tidak memakai sepatu aku putuskan mengunakan sihir untuk membuat nya dan berhasil disaat sedang mencari gaun tiba-tiba Caca tetangga Rara datang dan membuka pintu dan berkata
        “eh mbak Dewi ada disini”dengan suara yang lumayan keras
 Kemudian mereka mendengar dan gaun itu belum ketemu ,dan mereka menawan Caca aku terpaksa keluar dan tanpa sihir aku melihat sebuah jarum pentul berwarna ungu dan aku berpikir bahwa aku dapat menasfer kekuatanku ke jarum itu dan tongkat itu menjadi tongkat sihir.Aku keluar dan menemui mereka
        “hei,bebaskan Caca dia bukan lawan mu !!!”
        “ambil Caca kalau kamu mampu!!!”
Kemudian Doni nyamperin aku dan berkata
        “Rara kamu menyerahlah saja berikan lah kekuatanmu pada peri jahat itu, aku tidak mau melihat kamu terluka “
        “Apaaa???aku menyerah pada dia???aku gak sudi ngalah sama iblis itu!!!”
        “Tapi jika kamu melawannya kamu akan terluka dan itu membuat aku sedih”
        “Aku rela mati dari pada harus menyerah pada iblis busuk itu!!!Jangan pangil aku Peri Trins jika aku mengalah padanya”
        “Tapi......”
        “Dramanya udah selesai belom,lama nunggunya Doni Rara”
Beberapa saat kemudian pertempuran terjadi dan ternyata jarum itu tidak dapat digunakan dan aku pun dengan sedikit ragu tetap berusaha walau tubuhku sudah terluka .Aku langsung mendekati peri Remb dan memegang tangannya,dia berpikir bahwa aku telah menyerah,namun..............................
        “Allahuakbar 10×”dan membaca ayat-ayat Allah
Peri Remb terbakar dan kembali menjadi manusia biasa dan dia bertanya apa ilmu yang aku gunakan dan aku langsung berbalik badan dan berkata biar Doni saja yang menjelaskan,Aku capek dengan semua ini dengan suara yang agak kesal Doni mengejarku dan menarik tanganku

        “lepaskan Doni”
        “tidak aku tidak akan melepaskanmu Dewi,aku minta maaf”
        “sudahlah Doni aku lelah ,lupakan saja semuanya dan aku”
Dengan wajah diselimuti air mata aku berlari ....................................

Tidak ada komentar:

Posting Komentar