Peri Trins
Part
1
By:Putri Kusumawati
Ada sebuah negeri diatas bumi yang
berada diawan yaitu negeri Jemsr, negeri itu dihuni oleh para peri-peri yang
cantik dan baik hati yang dipimpin oleh seorang ratu yang sangat bijaksana
yaitu Ratu Yatrs. Selain negeri Jemsr juga terdapat sebuah negeri yang dihuni
oleh para penyihir dan peri jahat negeri itu biasa disebut Lefre,yang dipimpin
oleh seorang raja yang sangat kejam Raja Rekst, yang sebenarnya adalah kakak
dari Ratu Yatrs namun didalam diri sang Raja terdapat kedengkian dan kejahatan
sehingga kekuasaan Jemrs diberikan kepada ratu Yatrs dan raja Rekst
mengasingkan diri dan membentuk sebuah negeri sendiri. Negeri Jemsr sangat
tentram dan selalu ada kegembiraaan didalamnya,raja Rekst ingin menghancur negeri itu namun selalu saja
gagal,hingga suatu saat raja Rekst mempunyai taktik licik dengan meracuni para
peri lalu menyerang kerajaan itu.Sang Ratu sangat khawatir dengan keadaan itu
hingga dia memutuskan untuk mencari manusia dibumi dan para peri yang tersisa
bersembunyi dibumi, ada 4 anak manusia yang seusia 14-15 tahun yang beruntung
terpilih menjadi peri kecil, seorang peri kecil hanya dapat mengunakan
kesaktian yang maksimal jika dia mengunakan gaun pemberian sang ratu,namun jika
tidak dia hanya akan menjadi peri kecil atau menjadi peri seperti manusia biasa
namun dengan kekuatan yang terbatas,ada seorang gadis yang memiliki kesaktian
yang terpendam didalam dirinya ,dia adalah seorang gadis yang memiliki sinar
biru dimatanya.
Salah satunya adalah aku ,namaku adalah
Dewi Cahya Putri .Aku masih duduk dibangku kelas IX SMP aku dari keluarga yang
sederhana dan pangilan periku adalah peri Trins.Selain aku juga ada
teman-temanku yang menjadi peri yaitu, Maya :Klim, Jesi:Hins,Rara:frams. Setiap
hari setelah pulang sekolah aku selalu melatih sihirku dan para peri tinggal dirumahku yang sangat
sederhana itu. Disekolah aku dekat dengan temanku yang bernama Doni dulunya
kelas 8 kami sekelas namun kelas 9 ini kelas kami sebelahan ,rumahnya juga
hanya sebelahan dengan desaku.Aku berpikir bahwa lebih baik aku hanya menjadi
fansnya karena jika aku harus berjuang untuk mendapatkan nya serasanya tidak
mungkin karena terlalu banyak orang yang mengaguminya dan mereka jauh lebih
sempurna dibanding aku.
Suatu hari raja Rekst mengetahui
persembunyian para peri dan dia ingin menghancurkan bumi dan menjadi penguasa
alam semesta, hari ini dia mulai menyerang rumahku namun kekuatan sang ratu
masih dapat minghimbaunya sehingga tidak terlalu banyak kerusakan yang terjadi,kali
ini pertama kali aku ikut bertempur ternyata sanagat melelahkan ,para peri
banyak yang bilang bahwa kekuatanku masih sangat dasar dibandingakan 3 peri
baru yang lain bahkan mereka sering sekali meremehkanku dan aku pun pergi
kerumah Rara disana aku menangis dan aku meningalkan satu gaun ku disana karena
kotor kebetulan gaunku berwarna kuning sedangkan Rara berwarna hijau. Setelah
pulang aku pergi menemui sang ratu dan aku berkata bahwa kau tak sangup menjadi
peri lagi jika harus terus-terusan diremehkan seperti ini, aku memangil sang
ratu dengan sebutan Ibu Peri.
“Ibu peri aku tak sangup menerima tugas
ini jika harus terus menerus diremehkan”
“Tidak ,aku tau bahwa kekuatan yang ada
kekuatan besar yang terpendam didalam dirimu Trins”
“Tidak
mungkin ibu peri ,kekuatan apa itu??? Aku hanya gadis biasa dan aku hanya
sebagai ustadzah di sebuah TPA kecil didesa ini,aku hanya gadis bodoh yang
selalu bermimpi yang tak akan menjadi kenyataan”
“jangan begitu kau menilai dirimu”
“buktinya aku selalu saja menjadi yang
terlemah diantara yang lain”
“sudahlah ,sekarang kau hanya perlu
banyak berlatih, aku melihat ada sinar biru dimatamu yang artinya hanya kamu
yang dapat menghancurkan sang raja kejam itu”
“benarkah
itu ibu peri???”
“iya Trins, sekarang kmau pergi duluaku
mau menyempurnakan kekuatanku”
“baik “
Hari demi hari mulai berganti dan sang
ratu terkena penyakit yang membuat dirinya lemah hingga dia harus bersemedi
selama 2 bulan ,ia bersemedi diruangan rahasia didalam rumahku.Beberapa waktu
kemudian sang raja yang licik itu mengetahui berita tersebuat dan memiliki
rencana untuk menyerang bumi kembali.Sore
itu disaat para peri sedang bersantai Raja licik itu menyerang , tongkat
sihirku jatu dan gaunku pun rusak sehingga aku menjadi peri kecil yang tidak berdaya.Aku
terbang kerumah Rara dan aku ingat bahwa gaunku tertinggal disana ,banyak para
peri yang menjadi beku dan saat aku sampai disana beberapa waktu kemudian Doni
,Johan dan beberapa teman satu sekolah denganku datang kerumah Rara dan mereka
bertanya apakah aku ada disitu atau tidak dan Siska yang kebetulan ada
disana menjawab bahwa aku tidak ada.
Kemudian mereka duduk
di taman samping rumah mereka tidak lama Peri Remb yang sebenarnya juga teman
SMP ku mencariku dan dia sudah terkena mantra jahat
sehingga dia adalah
peri jahat, karena aku tidak memakai sepatu aku putuskan mengunakan sihir untuk
membuat nya dan berhasil disaat sedang mencari gaun tiba-tiba Caca tetangga
Rara datang dan membuka pintu dan berkata
“eh mbak Dewi ada disini”dengan suara
yang lumayan keras
Kemudian mereka mendengar dan gaun itu belum
ketemu ,dan mereka menawan Caca aku terpaksa keluar dan tanpa sihir aku melihat
sebuah jarum pentul berwarna ungu dan aku berpikir bahwa aku dapat menasfer
kekuatanku ke jarum itu dan tongkat itu menjadi tongkat sihir.Aku keluar dan
menemui mereka
“hei,bebaskan Caca dia bukan lawan mu
!!!”
“ambil Caca kalau kamu mampu!!!”
Kemudian Doni
nyamperin aku dan berkata
“Rara kamu menyerahlah saja berikan lah
kekuatanmu pada peri jahat itu, aku tidak mau melihat kamu terluka “
“Apaaa???aku menyerah pada dia???aku gak
sudi ngalah sama iblis itu!!!”
“Tapi jika kamu melawannya kamu akan
terluka dan itu membuat aku sedih”
“Aku rela mati dari pada harus menyerah
pada iblis busuk itu!!!Jangan pangil aku Peri Trins jika aku mengalah padanya”
“Tapi......”
“Dramanya udah selesai belom,lama
nunggunya Doni Rara”
Beberapa saat kemudian
pertempuran terjadi dan ternyata jarum itu tidak dapat digunakan dan aku pun
dengan sedikit ragu tetap berusaha walau tubuhku sudah terluka .Aku langsung
mendekati peri Remb dan memegang tangannya,dia berpikir bahwa aku telah
menyerah,namun..............................
“Allahuakbar 10×”dan membaca ayat-ayat
Allah
Peri Remb terbakar dan
kembali menjadi manusia biasa dan dia bertanya apa ilmu yang aku gunakan dan
aku langsung berbalik badan dan berkata biar Doni saja yang menjelaskan,Aku
capek dengan semua ini dengan suara yang agak kesal Doni mengejarku dan menarik
tanganku
“lepaskan Doni”
“tidak aku tidak akan melepaskanmu
Dewi,aku minta maaf”
“sudahlah Doni aku lelah ,lupakan saja
semuanya dan aku”
Dengan wajah diselimuti
air mata aku berlari ....................................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar